Berita Internal FGMI

FGMI Launching Kuliah Online bersama ASPRODITEGI

Berkembangnya era digital yang sangat cepat ini membuat mahasiswa dan dosen perlu inovatif dan update mengenai dunia digital. Indonesia saat ini mempunyai 34 jurusan Teknik Geologi yang tersebar dari aceh hingga papua, tentunya untuk menjangkau semua universitas terebut akan mengalami kendala waktu dan biaya. Kuliah online menjadi solusi bagi banyaknya kampus-kampus Geologi dan Geofisika untuk memperdalam ilmu lebih cepat dan harapannya pemerataan pendidikan geologi bisa tercapai. Media Youtube merupakan media terbaik dan termudah untuk dilakukannya kuliah online, selain bisa mengulang kembali tema yang sudah di unggah sebelumnya, mahasiswa juga bisa kapan saja membuka video tersebut dan bisa melihat pemaparan para ahli di bidanggnya masing-masing.

Asosiasi Program Studi Teknik Geologi (ASPRODITEGI) mempunyai visi yang sama dengan FGMI, sehingga FGMI menggandeng ASPRODITEGI untuk menyebarkan dan membantu pembuatan video Kuliah Online tersebut. Pada hari sabtu, tanggal 9 Desember 2017 dalam acara temu komunitas kebumian telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak untuk saling membantu dalam pembuatan kuliah online dan menyebarkan ke para dosen di seluruh Indonesia. Pak Burhanudin sebagai ketua ASPRODITEGI sekaligus wakil ketua IAGI dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kuliah online ini sangat baik dan akan sangat membantu bagi percepatan pemerataan pendidikan geologi di Indonesia.

Tema Geothermal dipilih bulan Desember ini untuk melihat antusias mahasiswa dan komentar para Bapak/Ibu Dosen Geologi dan Geofisika. Narasumber tema tersebut adalah Hafiz Hamdalah, S.T, M.T yang menjelaskan dari pengenalan sampai metode Geologi, Geofisika dan Geokimia dalam Eksplorasi Geothermal, video yang akan diunggah dibagi dalam 5 bagian, dimana setiap bagian akan  diunggah satu minggu sekali dari tanggal 9 Desember. Untuk melihat kuliah online tersebut, cukup membuka Youtube dari laptop atau handphone, kemudian cari “FGMI channel” maka akan muncul video-video yang sudah diunggah atau klik link berikut https://youtu.be/uBwAV6zq91s

Sambutan dari Bp. Burhanudin
Foto Ketua FGMI dan Ketua Asproditegi

Sharing Knowledge FGMI Dalam Kegiatan Pengenalan Himpunan Mahasiswa “LAKSAMANA” Universitas Pertamina

Acara sharing knowledge ini merupakan acara penutup dari serangkaian kegiatan “Laksamana” yang diselenggarakan oleh Teknik Minyak Universitas Pertamina dalam rangka persiapan pembentukan Himpunan Mahasiswa.  Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 November 2017, dimulai pukul 19.00 di Gedung Griya Legita Universitas Pertamina. Kegiatan ini di hadiri setidaknya 200 mahasiswa/wi Teknik Minyak Universitas Pertamina dari angkatan 2016 dan 2017.

Penyampaian materi berlangsung selama 1.5 jam dengan membahas perihal kegiatan keorganisasian, dari struktur AD/ART, keuntungan dalam berkontribusi di organisasi, dan juga bentuk kerjasama dengan bidang keprofesian untuk seksi mahasiswa. Selama kegiatan para peserta dengan antusias silih berganti memberikan pertanyaan seputar keorganisasian dan juga keprofesian. Demi mendukung inisiatif yang baik dari para mahasiswa/wi Teknik Minyak Universitas Pertamina, sebagai salah satu organisasi dengan anggota geosaintis muda dari seluruh Indonesia (FGMI) memberikan dukungan moral dan juga dukungan aksi berupa pemberian wejangan materi serta mentoring dalam pembentukan Himpunan Mahasiswa Teknik Minyak Universitas Pertamina (HMTM UP).

Pembicara sedang menjelaskan materi
Pemberian plakat oleh pelaksana kepada pembicara
Acara diakhiri dengan foto bersama peserta dengan pembicara

 

Geostudent Competition 2017 sukses diselenggarakan di Yogyakarta

Yogyakarta, FGMI – November 2017 Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) sukses mengadakan acara Geostudent Competition(GEOSC) dan Seminar bertempat di Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 17 Perwakilan SM-IAGI dari berbagai Universitas di Indonesia, mulai Universitas Syiah Kuala Aceh hingga Universitas Hasanudin Makasar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dimulai dari tanggal 2 dan berakhir tanggal 4 November 2017.

Kegiatan hari pertama dimulai dengan acara pembukaan oleh Arif Zardi Dahlius, Ketua MGEI, mewakili Ketua Umum PP IAGI, Sukmandaru Prihatmoko, yang berhalangan. Hadir dalam dalam acara ini, Dekan Fakultas Teknologi Mineral, Bapak Suharsono, Ketua Jurusan Teknik Geologi UPN, Fitri, Ketua FGMI, Nurcholis, Ketua Panitia, Syukron Ady dan seluruh peserta. Dilanjutkan dengan perlombaan yaitu Geoteknik untuk mitigasi bencana, Geothermal, Log analysis, Petrologi, Presentasi poster geowisata dan soal wawasan geosaintis.

Hari kedua diadakan seminar nasional Perkembangan dan Tantangan Bisnis Geowisata di Indonesia yang dibawakan oleh Dr. Heryadi Rachmat (Badan Geologi/ Wakil ketua Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI), Reza Permadi (Sekjen MAGI) dan seniman Satriagama Rangkaseta dengan moderator Nurcholis (ketua FGMI). Dilanjutkan dengan Seminar Geothermal “Perkembangan Geothermal di Indonesia, Tantangan dan Peluang ke depan Bagi Geosaintis Muda” seminar ini dibawakan oleh Ir. Yunus Saefulhak, M.M, M.T. (Direktur Panas Bumi EBTKE, Kementrian ESDM) dengan moderator Hafiz Hamdalah (Pusat Studi Mineral dan Energi (PSME) UPNV Yogyakarta). Yunus menjelaskan perkembangan geothermal di Indonesia. Saat ini sudah terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas sebesar 1.808,5 MW dengan target tambahan 265 MW selesai pada tahun 2018. Apabila berhasil maka kapasitas terpasang PLTP menjadi 2.103,5 MW. Dengan demikian akan melampaui kapasitas PLTP Filipina. Sebagai informasi Filipina adalah peringkat 2 kapasitas PLTP dunia di bawah Amerika Serikat.

Pada malam hari dilanjutkan dengan acara pengumuman juara Student Competition. Tampil sebagai juara pertama dari ITB (Institut Teknologi Bandung) Bandung, kemudian juara kedua UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang dan juara ketiga UPN (Universitas Pembangunan Nasional) “Veteran” Yogyakarta sebagai juara ketiga. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Bapak Dr. Heryadi Rachmat.

Hari ketiga sebagai hari terakhir diisi dengan Fieldtrip Geoheritage. Para peserta diajak untuk berkeliling di area Yogyakarta hingga Bayat, Klaten sambil mempelajari warisan geologi yang menceritakan proses terjadinya pulau Jawa dengan narasumber Dr. Ir. C Prasetyadi M.Sc. (Koordinator Prodi Magister Teknik Geologi (MTG) UPN Yogyakarta).

Foto bersama setelah seminar Geowisata
Foto Bersama peserta dan Narasumber setelah seminar Geothermal
Stop site 1 (Tebing Breksi) Fieldtrip geoheritage
Foto Bersama seluruh peserta dan panitia GEOSC 2017

Partisipasi FGMI Dalam Edukasi Konservasi Alam pada Festival Krakatau 2017

Agata Vanessa dan Setyo Wahyu mewakili FGMI dalam tour Krakatau

Festival Krakatau merupakan salah acara tahunan terbesar di Provinsi Lampung yang diselenggarakan sejak tahun 1990 dengan mengangkat nilai budaya dan tradisi lokal Provinsi Lampung. Festival dengan tema “The Glory of The Lampung Crown” ini diikuti oleh perwakilan seluruh Kabupaten dari Provinsi Lampung dengan membawakan seluruh budaya dan tradisi khas dari setiap Kabupaten yang berada di Provinsi Lampung. Dalam acara festival ini, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung turut mengundang Blogger, Media, dan Organisasi sebagai sarana memperkenal keistimewaan Provinsi Lampung kepada masyarakat luas.

Festival Krakatau 2017 dilaksanakan tanggal 25 – 27 Agustus 2017 turut mengundang Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI)  yang diwakili oleh Agatha Vanessa (Ketua FGMI Korwil Bandung) dan Setyo Wahyu Nurdian (Anggota FGMI Korwil Bandung). Acara Festival Krakatau 2017 terbagi atas 2 sesi yaitu Tour Krakatau  yang dilaksanakan pada 25 sampai 26 Agusutus 2017 di Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau serta Pesona Kemilau Sang Bumi Ruwa Jurai pada tanggal 26 sampai 27 Agustus 2017 di Kota Bandar Lampung.  Acara Tour Krakatau dibuka di Dermaga Bom oleh perwakilan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Lampung (BKSDA) dan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung sekaligus melepas sekitar 250 perserta menggunakan kapal penumpang menuju Pulau Sebesi untuk menginap dan mengenal potensi pariwisata di Pulau Sebesi.

FGMI dan komunitas lain yang mengikuti festival Krakatau

26 Agustus 2017 dini hari, seluruh peserta berangkat menuju Gunung Anak Krakatau dalam rangka mengikuti acara edukasi konservasi alam. Di Gunung Anak Krakatau, Saturnino, perwakilan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Lampung (BKSDA) menjelaskan pentingnya konservasi alam di daerah Cagar Alam Krakatau kepada media dan organisasi terkait. Dengan penjelasan itu, diharapkan pihak Media dan Organisasi dapat membagikan informasi agar timbul kesadaran masyarakat akan konservasi alam sehingga masyarakat mengetahui bahwa Cagar Alam Krakatau bukanlah tempat wisata saja melainkan tempat Edukasi Konservasi Alam. Pada 27 Agustus acara selanjutnya diselenggarakan di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.

Perwakilan Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) dan SM-IAGI Universitas Lampung mendapat kesempatan untuk mengisi sebuah booth Geologi yang bertujuan untuk mengenalkan Gunung Krakatau secara geologi kepada masyarakat Provinsi Lampung. Selain dari FGMI dan SM-UNILA, penjagaan dan pengisian di booth juga diisi oleh Geotour Lampung yang juga merupakan mahasiswa UNILA yang diwakili oleh Andi.

Acara ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan menikmati pesona budaya dan keindahan yang tersembunyi di Provinsi Lampung.

Booth IAGI yang dibantu oleh SM-IAGI UNILA dan Geotour Lampung

FGMI Ikut Memeriahkan HKAN 2017

HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati hari konservasi alam yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus 2017. Kegiatan ini telah diselenggarakan untuk ke-3 kalinya yang sebelumnya telah berlangsung di Taman Nasional Bali Barat dan kini di langsungkan di Taman Nasional Baluran.

Dalam perhelatan besar ini, Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) selaku anak organisasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Oka Agastya (Litbang FGMI), Arifin (Ketua SM IAGI AKPRIND) dan Rahman (SM IAGI ITS). Kegiatan HKAN 2017 berlangsung dari tanggal 7-11 Agustus 2017.

 

Foto teman-teman FGMI di acara HKAN 2017

Pada hari rabu, 9 Agustus 2017 secara resmi kegiatan jambore Hari Konservasi Alam Nasional ke 3 di Taman Nasional Baluran di buka oleh Ditjen. KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam and Ekosistem) dimana kegiatan ini di ikuti oleh Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) seluruh Indonesia, pengelola Taman Nasional maupun mitranya dan komunitas penggiat konservasi. Kegiatan di hari pertama ini di awali dengan pembukaan jambore dan perkenalan antar komunitas. Diadakan juga talkshow mengenai kendala maupun pengalaman dalam konservasi maupun eco-wisata berbasis konservasi. Di sela-sela kegiatan peserta perwakilan FGMI juga berkenalan dengan berbagai macam komunitas salah satunya FK3I (Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia). Momen ini dimanfaatkan untuk sharing kegiatan dan tukar pikiran mengenai konservasi dan peranan ilmu kebumian dalam konservasi teersebut.

Keadaan tempat perkemahan (kampong konservasi) HKAN 2017 (1)

Pada hari kamis, 10 Agustus 2017 yang bertepatan dengan peringatan hari konservasi alam nasional, kegiatan hari ini dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya, di tandai dengan pelepasan burung merak hijau dan burung elang. Selanjutnya para peserta jambore dan undangan menghadiri pameran HKAN 2017 yang diisi oleh berbagai Taman Nasional di Indonesia. Diadakan juga workshop travel writer. videography dan kepemanduan pariwisata dan kegiatan fieldtrip di daerah Savana Bekol, Pantai Bama, Bendungan Bajul Mati, Bird Watching, tranplantasi coral di dalam Taman Nasional dan kegiatan kerja nyata HKAN 2017.

Keadaan tempat perkemahan (kampong konservasi) HKAN 2017 (2)

Bertemu dengan berbagai macam lintas komunitas dan badan konservasi, peserta banyak mendapatkan pengalaman dan wawasan mengenai konservasi dan melihat sisi konservasi dari sudut pandang berbagai keilmuan, dan mengenal regulasi di dunia konservasi alam. Semoga dengan kegiatan ini memiliki manfaat banyak bagi FGMI sehingga kesadaran akan pentingnya peranan geosaintis muda dalam konservasi harus ditumbuhkan, baik konservasi dalam geowisata maupun konservasi singkapan yang memiliki nilai yang luar biasa bagi pembelajaran kebumian ataupun yang nantinya digunakan sebagai kegiatan wisata berbasis kebumian.

Buka Puasa Bersama FGMI dan Anak Yatim

   Dalam rangka bulan Ramadhan 1438 H ini, Forum Geosaintis Muda Indonesia mempunyai program yang dinamakan FGMI Berbagi. Pada hari Minggu 4 Juni 2017, FGMI mengadakan Buka puasa bersama anak yatim di Panti Yatim Indonesia Tebet Jakarta Selatan. Acara dihadiri oleh 20 pengurus FGMI yang ada di Jakarta. Panti Yatim Indonesia ini mempunyai beberapa jaringan di Jakarta diantaranya di Tebet, Kebayoran Baru dan mempunyai kantor pusat di kota Bandung. Jumlah anak yang ikut dalam acara buka puasa bersama tersebut sejumlah 20 orang yang berumur 4-14 tahun.

   Acara dimulai dengan sholat ashar berjamaah, kemudian dimeriahkan dengan games bersama antara teman-teman FGMI dan anak-anak panti, anak-anak panti yang bisa memenangkan games tersebut mendapat hadiah dari panitia FGMI. Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiah dari pengurus Panti Yatim Indonesia sampai dengan waktu berbuka puasa. Pihak pengurus sangat senang dengan kehadiran kita, apalagi melihat teman-teman yang masih muda dan peduli, diharapkan silaturahmi ini tetap terjaga diluar bulan suci Ramadhan.

Pemberian bingkisan kepada semua anak panti

   Setelah sholat maghrib berjamaah, diberikan sumbangan kepada pengurus Panti Yatim Indonesia, sumbangan ini berupa uang tunai dan pakaian bekas layak pakai dari para donatur pengurus FGMI dan IAGI. Setelah makan bersama, acara diakhiri dan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan untuk semua adik-adik panti dan foto bersama.

Pemberian donasi kepada pengurus panti

   Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pengurus FGMI dan pengurus IAGI yang sudah mendonasikan sebagian rejekinya untuk adik-adik di Panti Yatim Indonesia. Semoga amalannya diterima disisi ALLAH SWT, Amin.

Foto bersama teman-teman FGMI dan adik-adik Panti Yatim Indonesia

Sinergi FGMI dengan Asosiasi Program Studi Teknik Geologi Indonesia (Asproditegi)

   Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) terus berupaya untuk berkolaborasi dengan organisasi-organisasi lainnya untuk bisa mendukung kegiatan FGMI yang lebih baik. Salahsatu rencana kegiatan FGMI di tahun 2017 adalah Geostudent Competition, kegiatan ini adalah ajang kompetisi kampus-kampus geologi di seluruh Indonesia yang diadakan selama 3 hari, ini merupakan ajang kompetisi yang kedua dimana kegiatan yang pertama dilakukan  di Universitas Indonesia dan diikuti oleh 16 SM-IAGI dari seluruh Indonesia. FGMI juga mempunyai program yaitu Down to Earth, dimana pengurus FGMI akan turun ke kampus-kampus geologi terutama yang di luar Pulau Jawa untuk berbagi ilmu dan berdiskusi dengan mahasiswa, hal ini bertujuan supaya ada pemerataan kompetensi dan memetakan kompetensi mahasiswa geologi dari seluruh kampus di Indonesia.

   Dari rencana-rencana kegiatan tersebut maka FGMI harus berkolaborasi dengan Asproditegi, Suatu badan independen yang mempunyai visi penyetaraan kompetensi lulusan mahasiswa program studi teknik geologi di Indonesia. Pada hari Rabu tanggal 5 April 2017 bertempat di Jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti, FGMI berkesempatan untuk berdiskusi dengan Bp.Burhanudin selaku ketua Asproditegi. Diskusi pertama yaitu pemaparan hasil Geostudent Competition 2016 oleh FGMI, dimana terdapat perbedaan signifikan hasil lomba antara pemenang lomba dengan universitas lainnya. FGMI yang diwakili oleh sdr. Nurcholis mempresentasikan hasil tiap sub materi lomba diantaranya Geologi Teknik, Log analysis, Eksplorasi Mineral, Deskripsi batuan dan core serta survey design GnG. Hasil lomba ini perlu di analisa karena bisa berguna untuk mengetahui kekurangan dari masing-masing universitas. Bp. Burhanudin memberi pertanyaan awal yang cukup menarik yaitu “Apa tujuan dari lomba ini?” jika hanya sekedar lomba untuk mengeluarkan pemenang, kegiatan ini sudah bagus tetapi jika tujuannya kedepan untuk melihat dan menyetarakan kompetensi mahasiswa geologi dari suatu kampus maka ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Tidak bisa membandingkan antara pemenang lomba dengan kampus yang jurusan geologi nya baru berdiri, kompetensi nya berbeda dan soal yang dibuat jangan terlalu susah karena level tiap kampus berbeda, ujar Pak Burhanudin.

Foto Bersama FGMI dan Bapak Burhanudin

   Materi yang dilombakan pada tahun 2016 juga kebanyakan migas, harus diubah karena Geologi itu banyak cabangnya apalagi kondisi harga minyak yang turun saat ini. Oleh karena itu secara bertahap demi meratakan kompetensi mahasiswa Geologi di Indonesia maka harus ada pembimbingan yang tepat ke mahasiswa, berikan buku-buku hingga paper ke mereka untuk dipelajari, materi yang dilombakan pada tahun 2017 akan bervariasi dari geoteknik, geothermal, geopreneur, migas dan tambang.

   Asproditegi akan membantu untuk pembimbingan ke mahasiswa sebelum lomba, dengan cara memberikan short course ke kampus-kampus yang membutuhkan. Bp. Burhanudin juga mempunyai banyak ide untuk membumikan ilmu bumi ini ke masyarakat terutama ke sekolah-sekolah melalui lomba dan sosialisasi. Diharapkan FGMI bisa mengeksekusi kegiatan tersebut dengan baik, sehingga masyarakat akan semakin mengenal ilmu-ilmu bumi.

Pemberian Kenang-kenangan Dari Asproditegi ke FGMI

ESK 28 – Mempelajari Proses dan Melihat Produk : “Yang Tersingkap adalah Teka-Teki dan yang Terkubur adalah Misteri”

Sabtu, 29 April 2017, FGMI sukses melaksanakan kegiatan Experience Sharing Knowledge ke-28 yang bertempat di kantor Conoco Phillips, Gedung Ratu Prabu II. Seperti biasanya, kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan para geosaintis muda Indonesia ini dihadiri oleh peserta dari kalangan profesional muda dan mahasiswa. Suatu kesempatan berharga bagi peserta ESK ke-28 ini, karena pembicara adalah researcher yang berpengalaman di bidangnya dan berhasil mempresentasikan hasil penelitian yang konteksnya merupakan “gaya baru” bagi dunia geosains di Indonesia.

Kedua pembicara tersebut antara lain Iqbal Fardiansah dan Leon Taufani. Keduanya berasal dari kelompok riset independen bernama GeoPangea Research Group Indonesia (sebelumnya kelompok riset ini berafiliasi UPN “Veteran” Yogyakarta). Iqbal Fardiansyah membawakan materi mengenai “Quantitative of Modern Fluvial Morphology and Experimental Stratigraphy”, sedangkan Leon Taufani membawakan materi dengan topik lain “Digital Outcrop Analogue for Geological Modelling and Reservoir Characterization”. Kedua topik ini menitikberatkan pada pemahaman dasar seorang geologist dalam merekontruksi keadaan bawah permukaan dengan suatu analog model.

Sebelum presentasi dimulai, Bondan Ramadan sebagai ketua pelaksanan kegiatan menyampaikan sambutan kepada para peserta, dan kemudian kegiatan resmi dibuka pada pukul 08.30 WIB oleh Nur Cholis, ketua Forum Geosaintis Muda Indonesia.

Kegiatan inti pun dimulai, presentasi diawali dengan bahasan Fluvial Morphology oleh Iqbal Fardiansyah. Salah satu poin penting yang harus dipahami oleh geologist yang terbiasa mengerjakan data bawah permukaan adalah resolusi seismik 3D belum dapat memecahkan permasalahan kompleks sedimentasi pada masa lampau, terlebih untuk lingkungan sedimentasi fluvial. Fluvial morphology meliputi channel belt, yaitu wilayah berkembangnya migrasi sungai. Channel belt sangat dikontrol oleh besar kelerengan area sedimentasi (topografi cekungan), semakin besar nilai kelerengan maka sungai menganyam (braided) akan terbentuk. Sebaliknya, semakin rendah nilai kelerengan maka sungai meandering lah yang akan terbentuk. Topografi cekungan merupakan fator yang dikontrol oleh tektonik regional, setiap tatanan tektonik akan membentuk karakteristik sedimentasi sungai yang berbeda. Untuk itu, seorang geologist yang menggunakan model fluvial pada tatanan tektonik passive margin untuk diterapkan di wilayah Indonesia merupakan suatu praktik kekeliruan. Selain itu, faktor yang mengontrol sistem sedimentasi fluvial adalah luasan area sedimentasi yang dapat mempengaruhi “keleluasaan” perkembangan channel belt.

Pembicara Pertama, Iqbal Fardiansyah yang sedang Menjelaskan tentang Fluvial Morphology.

Bang Iqbal, nama sapaan beliau, melanjutkan penjelasannya dengan memaparkan elemen arsitektur fluvial yang meliputi channel (point bar dan thalweg), levee, floodplain dan crevasse splay. Konsep dasar penyusunan material sedimen sandy grain di tubuh sungai adalah lateral accretion pada sungai meandering dan downstream accretion pada sungai braided. Bagian yang menjadi aliran air sungai (thalweg) pada akhirnya akan terisi oleh lempung (channel filling) dengan geometri channel. Hal ini yang sering menipu para exploration geologist, yakni menjadikan channel fill sebagai target pemboran padahal isinya adalah lempung. Disinilah pemahaman seorang geologist diperlukan.

Selanjutnya, materi disambung dengan bahasan experimental stratigraphy yang berisikan hasil eksperimen sedimentasi campuran pasir dan bubuk batubara dengan media Flume Tank (semacam akuarium yang di-setting) dan Stream Table Experimental Landscape. Kedua pemodelan ini bertujuan untuk mengenali proses sedimentasi, sebagaimana pada data seismik, well log dan singkapan hanyalah rekaman produk akhir. Media flume tank digunakan untuk memodelkan sedimentasi yang dikontrol oleh sesar normal dan naik turunnya muka air laut (sikuen stratigrafi) studi kasus Cekungan Kutai. Hasilnya sangat menakjubkan para peserta, dengan pemodelan skala kecil saja menunjukkan bahwa adanya perbedaan karakteristik susunan endapan secara lateral pada sisi kanan dan kiri flume tank. Skala kecil saja sudah menunjukkan kompleksitas, dan inilah kemutlakan yang terjadi dalam satu cekungan. Untuk itu, perbedaan paket sedimen secara lateral dan vertikal dalam satu cekungan wajib dikenali oleh seorang exploration geologist.

Selain itu, flume tank juga dapat digunakan untuk memodelkan arus turbid. Dalam sesi ini, pembicara menampilkan video selama eksperimen arus turbid berlangsung. Pergerakan arus turbid menuruni lereng berbeda kecepatannya pada kondisi air tawar dan air asin, ketika memasuki zona air asin kecepatan arus menurun dan pada batas transisi salinitas terbentuk awan sedimen (plume sediment) yang bergerak sejajar dengan kontak perbedaan salinitas air. Peristiwa ini dikenal dengan hypopicnal.

STEX digunakan untuk memodelkan morfologi dan paket sedimentasi mulai dari fluvial, trasitional hingga shallow marine seiring dengan naik dan turunnya muka laut. Kesimpulan menarik yang didapatkan dari eksperimen ini adalah bentuk sungai berbeda ketika muka laut turun, yakni bentuk sungai lurus dan di daerah transisi terbentuk delta, sedangkan dalam kondisi muka laut naik sungai yang terbentuk adalah sungai meandering dan di daerah transisi terbentuk estuaria. Perbedaan ini dapat membantu geologist untuk memahami persebaran fasies sedimentasi (baca : reservoir) seiring dengan perubahan muka laut.

Materi kedua yang disampaikan oleh Leon Taufani yang diawali dengan pengenalan Digital Outcrop Modelling. Insiasi awal DOM ini pada tahun 2014 terinspirasi dari paper yang dibuat oleh seorang Professor di luar negeri, GPRG berusaha mencoba menerapkannya untuk singkapan di Indonesia. Singkapan Middle Miocene of Kutai Basin yang dijadikan sebagai objek penelitian dengan pertimbangan heterogenitas fasies yang tinggi, serta terdapatnya kemenerusan ke bawah permukaan (Sumur Bongkaran) dari batuan yang tersingkap tersebut.

Pembicara Kedua, Leon Taufani yang sedang Menjelaskan tentang Digital Outcrop Modelling.

Dalam membuat model reservoir sangat penting dikenali “depositional facies as fundamental control on petrophysics. Tantangannya adalah : resolusi seismik dan well log tidak cukup untuk mengenali heterogenitas fasies. Untuk itu, pentingnya dilakukan analisis singkapan dengan metode DOM dengan tujuan mendapatkan parameter (baca : variogram) untuk kemudian diterapkan pada pengerjaan data bawah permukaan. Keuntungan dari metode ini adalah dapat memodelkan 3D tipe dan geometri reservoir dengan harga yang murah dan waktu yang efisien.

Salah satu kesulitan untuk menerapkan metode ini di wilayah Indonesia adalah dimensi singkapan yang terbatas akibat tatanan tektonik yang rumit, vegetasi yang lebat, serta kualitas singkapan yang rendah disebabkan oleh intensitas pelapukan yang tinggi. Untuk itu, metode ini sangat cocok jika diterapkan di area pertambangan untuk mendapatkan singkapan yang menerus dan akan lebih baik lagi jika singkapannya menerus di semua sisi. Dimensi singkapan harus mempunyai resolusi spasial untuk menangkap heterogenitas fasies. Ukuran singkapan yang dapat digunakan untuk analisis DOM mulai dari skala kiloan meter (analogi seismik) hingga skala puluhan meter (analogi sumur).

Data yang diambil meliputi foto digital dengan media drone (sisi pengambilan foto menggunakan prinsip stereoskopis), arus purba dan sedimentology log yang diambil pada titik-titik representatif. Sampel batuan pun diambil dengan interval 5 cm untuk menetailkan data ukuran butir. Pengolahan data menggunakan tiga perangkat lunak meliputi PhotoScan untuk menggabungkan foto, VIGS untuk membuat marker dan Petrel untuk memodelkan. Tahap interpretasi data meliputi outcrop attribute analysis, sedimentary log input, ketebalan stratigrafi, strike/dip, paleocurrent, horizon picking, fault picking (jika ada). Catatan : langsung membuat sketsa picking di lapangan agar well documented. Teknik pemodelan yang dapat digunakan ada tiga, yaitu Sequential Indicator Simulation, Object Based Technique, dan MPS.

Leon Taufani kemudian melanjutkan presentasi dengan menjelaskan hasil penelitiannya di Cekungan Kutai. Semua justifikasi marker stratigrafi dilakukan di lapangan. Marker berupa lapisan yang mengandung iknofosil glassifungites dan ophiomorpha yang menjadi penciri lingkungan pengendapan delta. Hasil pemodelan berupa model 3-D, diagram pagar dan slice horizontal di setiap marker stratigrafi. Perubahan, sebaran fasies dan arah sedimentasi dari slice horizontal tua ke muda dapat dikenali dan menujukkan dinamika sedimentasi di lingkungan delta, khususnya bagian distal dari lobe. Kelebihan pemodelan ini adalah resolusinya yang tinggi, yakni dapat menampilkan heterogenitas sampai 10 cm. Berdasarkan model yang dihasilkan, semakin tinggi net to gross batupasir maka konektivitasnya pun semakin tinggi. Selain itu, Leon Taufani menunjukkan cara mengikat hasil pemodelan dengan data petrofisika.

Demikian kegiatan ESK-28 yang telah selesai dilaksanakan. Materi yang disampaikan oleh kedua pembicara ini membuat kami teringat akan ungkapan “belajar cepat dari buku, belajar lengkap dari batu”. Salam Geosaintis Muda Indonesia!

Kegiatan Diakhiri dengan Foto Bersama d Narasumber dan Para Peserta

Catatan : Jika pengunjung website ini tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan metode tersebut, dapat menghubungi Iqbal Fardiansyah (iqbal.bremen@gmail.com).

Penelitian Longsor di Desa Songan Kabupaten Bangli, Bali

Kegiatan kerjasama penelitian FGMI, Pengda IAGI BALI dan BPBD Provinsi BALI, dari kanan Sekretaris BPBD Prov BALI, Kepala Bidang Kebencanaan, FGMI dan Pengda IAGI BALI

Dari rangkaian kerjasama penelitian FGMI, Pengda IAGI BALI dan BPBD Provinsi BALI maka tanggal 1 April 2017 merupakan lapangan terakhir penelitian gerakan tanah di desa songan B. FGMI yang diwakili oleh Oka melakukan penelitian yang berlangsung selama dua hari mulai jumat 31 Maret 2017, dengan membawa beberapa misteri saat pulang dan berdiskusi tentang beberapa proses alterasi dan oksida pada batuan breksi dengan teman-teman ahli mineral, yang jadi menarik apakah ubahan mineral batuan yg membentuk batuan breksi menjadi bertekstur lempungan ini memiliki area atau cakupan yang luas. Dari 3 stopsite pada tebing disekitaran lokasi longsor Desa Songan B, Dusun Bantas, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali bagian bawah hingga atas ditemukan jenis batuan tersebut dan beberapa berasosiasi dengan bidang detactment atau bidang glincir pada longsor-longsor kecil dan menjadi masuk akal ketika batuan yg awalnya sangat keras dan terubah menjadi bertekstur lempungan yang jenuh akan air mempermudah terjadinya glincir/sliding pada lapisan diatasnya dan ditambah dengan sistem penanaman dan penataan tanah yg kurang baik hingga saat ini potensi gerakan tanah akan terus membayangi.

Peta situasi gerakan tanah Desa Songan (modifikasi dari Badan Geologi dan lokasi pengamatan)
Lokasi pengamatan singkapan bagian bawah: (A) Lapukan breksi vulkanik; (B) lapukan Tepra; (C) lapukan lapili; (D) lapisan batutufan terjebak dalam masa lapili

Selain itu penerapan sistem geologi teknik sangatlah bagus utk mengurangi resiko kebencanaan, namun kembali ke masyarakat dan pemerintah apakah siap dengan hal tersebut. Selain melakukan penelitian FGMI juga memberikan poster mitigasi bencana gerakan tanah sebagai salah satu dukungan untuk mengurangi resiko bencana. Apabila tidak dapat menerapkan teknologi alangkah baiknya kita dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami kondisi lingkungan yang mereka tinggali. Poster tersebut diberikan kepada SD N 3 Songan dan SMP N 4 Songan yang disambut baik oleh masyarakat desa Songan maupun pihak terkait, diharapkan dari sarana poster ini anak-anak bisa paham dan dapat menyebar luaskan baik kepada keluarganya mapun orang lain bagaimana cara tanggap akan bencana yang baik dan benar.

Penyerahan Poster Mitigasi Gerakan Tanah dari FGMI kepada Kepala Sekolah SMP 4 Songan

Pemerintah harus lebih gencar dalam melakukan sosialisasi kebencanaan ataupun kelola tata ruang untuk mengurangi resiko-resiko kebencanaan, karena dari kegiatan lapangan dan diskusi dengan beberapa masyarakat cenderung mereka kurang paham bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan longsor, dan cenderung kurang memahami apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu pentingnya sosialisasi maupun pendidikan mengenai kebencanaan oleh pemerintah yakni melalui sekolah-sekolah mapun badan kemasyarakatan seperti Banjar/Dusun.

Longsoran sekala kecil hingga besar sekitaran daerah kejadian
Lokasi longsoran Dusun Bantas, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, kurang lebih terdapat 5 rumah yang telah hancur, dan korban meninggal 7 orang, luka berat dan ringan 7 orang

FGMI Berkolaborasi dengan ISPG pada ESK-27 di Jakarta : Borehole Image

 

Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) berkolaborasi dengan Indonesia Society of Petroleum Geologists (ISPG) menyelenggarakan acara Experience Sharing Knowledge (ESK) dengan pembicara Merza Media Adeyosfi, Borehole Geologist Schlumberger.

Merza Media Adeyosfi, Pembicara pada ESK ke-25, Jakarta

Kegiatan ini dibuka dengan kata sambutan oleh Presiden ISPG, Julianta Panjaitan yang juga merupakan perwakilan Medco E&P Natuna yang turut mendukung kegiatan ESK kali ini. Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ketua Umum FGMI, Nurcholis serta pemaparan rangkaian acara oleh ketua acara ESK kali ini, Bella Dinna Safitri.

Materi yang disampaikan sangat menarik dan bertahap, di awali dengan pengenalan dan akuisisi borehole image dengan menggunakan tools yang beraneka ragam, selanjutnya mengetahui data quality control dilakukan. Peserta turut aktif mengerjakan exercise yang telah disiapkan oleh pemateri. Pengerjaan exercise dilakukan secara berkelompok dan pembahasan tiap exercise dilakukan bersama-sama. Ditengah break, Presiden ISPG Julianta Panjaitan memaparkan kegiatan yang dilakukan ISPG. Pada kesempatan ini juga, Ketua Umum FGMI mensosialisasikan prosedur keanggotaan IAGI.

Diskusi Exercise  dalam Kelompok
Pembahasan Exercise antara Peserta dengan Narasumber

Materi dilanjutkan dengan pembahasan structural dan sedimentological analysis. Pada sesi ini, peserta kembali berdiskusi melalui exercise interpretasi borehole image terkait perbedaan fault dan fracture, sealing dan non sealing fault, identifikasi lithologi, penentuan facies, dan analisis paleocurrent.

Acara diakhiri dengan pemberian momento oleh Ketua Acara kepada pemateri dan sesi foto bersama panitia, pemateri dan peserta ESK kali ini.

Penyerahan Momento oleh Ketua Acara kepada Narasumber
Kegiatan Diakhiri dengan Foto Bersama d Narasumber dan Para Peserta
  • Jaringan

  • Follow Us On Instagram

  • Crown palace Blok C No. 28
    Jl. Prof. Dr. Supomo SH. No 231
    Tebet, Jakarta 12870

    Telp:(021) 83702848 - 83789431
    Fax: (021)83702848
    Email: sekretariat@fgmi.iagi.or.id