Berita Terbaru

Fieldtrip GeoSC 2018 : Mengenal Geologi Malang Selatan Bersama Handoko Teguh Wibowo

Kegiatan filedtrip geologi Malang Selatan merupakan rangkaian acara dari kegiatan Geostudent Competition (GEOSC) 2018 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 23 November 2018. Adapun lokasi yang dijadikan field trip kali ini berada di daerah Malang Selatan dengan variasi geologi yang komplek namun menarik. Ada 3 (tiga) stopsite terpilih yang akan dijadikan objek pengamatan. Stopsite 1 berada di puncak Argo Tirto, stopsite 2 yaitu singkapan pyrophilite di lokasi penambangan tradisional dan stopsite terakhir di Pantai Ungapan. Dalam kegiatan filedtrip tersebut di pandu oleh bapak Handoko Teguh Wibowo yang merupakan dosen di Jurusan Teknik Geologi Institut Teknologi Adhitama Surabaya sekaligus ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (Pengda IAGI) Jawa timur. Kegiatan filedtrip diawali dengan melakukan briefing sekaligus memberikan arahan mengenai lokasi fieldtrip dan mempersiapkan perlengkapan peserta yang dilaksakan oleh panitia fieldtrip. Perjalanan dari penginapan menuju lokasi stopsite pertama memerlukan waktu ± 45 menit, dimana stopsite pertama berada di lokasi penambangan batugamping tradisional. Lokasi ini berada di puncak bukit dengan singkapan batuan berupa batugamping ekuivalen Formasi Wonosari disamping itu kita bisa melihat kontras topografi sebagai indikasi sesar naik serta kenampakan gawir sesar. Pada lokasi ini kita bisa melihat ke arah utara berupa morfologi  tinggian Blitar, komplek Gunung Arjuna dan Gunung Semeru.  Di stopsite pertama ini pak Handoko memberikan arahan kepada peserta untuk mengamati sekeliling singkapan selama kurang lebih 10 menit. Peserta diberikan waktu mengobservasi dan mengamati fenomena geologi yang terjadi baik berupa struktur geologi, struktur sedimen maupun morfologi disekitarnya. Setelah mengumpulkan beberapa hasil pengamatan, peserta diajak berdiskusi oleh pemateri dan sekaligus menjelaskan kondisi geologi didaerah Argo Tirto berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peserta dan pemateri. Pak Handoko menceritakan bagaimana kondisi tektonik sedimentasi yang berlangsung dan membentuk pegunungan di selatan Malang tersebut, yang dimana dulunya merupakan cekungan belakang busur (back-arc) yang mengendapkan batuan vulkanik klastik dan batugamping ekuivalen F. Wonosari lalu di kala plio-pleistosen mengalami kompresi kuat sehingga terangkat seperti saat ini. Beliau juga menceritakan bagaimana batugamping pada singkapan tersebut terbentuk yang tumbuh pada tinggian-tinggian gunungapi purba pada kala Miosen yang pada saat itu kondisi cekungan Malang Selatan mengalami genang laut secara keseluruhan dan dengan tidak adanya aktivitas gunungapi menyebabkan batugamping atau batuan karbonat tersebut tumbuh baik dan melampar luas diatasnya. Selain menjelaskan mengenai tektonik-sedimentasi cekungan Malang Selatan beliau juga menjelaskan mengenai kondisi kota Malang yang dimana secara geomorfologi diapit oleh pegunungan dan gunungapi muda yang dapat dilihat langsung dari lokasi tersebut.

Foto 1. Briefing dan berdoa bersama sebelum melakukan field trip
Foto 2. Peserta sedang mendengarkan penjelasan mengenai tatanan tektonik di stopsite 1
Foto 3. Sesi diskusi setelah eksplorasi lapangan di stopsite 1 antara peserta dengan pemateri
Foto 4. Penjelasan dari pemateri tentang singkapan batuan, tektonik regional dan sedimentasi di stopsite 1

Setelah sekitar satu jam berada di stopsite 1, selanjutnya peserta melanjutkan perjalanan menuju stopsite kedua, kurang lebih 20 menit dari stopsite pertama. Sekitar pukul 10.05 WIB peserta tiba di stopsite kedua yang merupakan bekas penambangan rakyat. Sama seperti sebelumnya pak Handoko memberikan kesempatan kepada setiap peserta fieldtrip untuk mengamati singkapan dan sekelilingnya selama kurang lebih 10 menit. Peserta cukup antusias dalam mengamati singkapan mulai dari mengamati adanya sill, adanya perubahan warna pada batuan, struktur geologi hingga kondisi mineral batuan. Peserta melakukan pengamatan baik secara individu maupun berkelompok namun tak jarang peserta saling bertanya satu sama lain untuk mendiskusikan fenomena geologi yang mereka lihat. Setelah berakhir kegiatan observasi, peserta dan pemateri berdiskusi dan mengamati bersama singkapan batuan tersebut. Dari hasil pengamatan pak Handoko menceritakan bahwasanya singkapan yang dilihat tersebut merupakan singkapan pyrophilite yaitu merupakan salah satu batuan metamorf dengan tingkat rendah (meta-sediment) atau yang sering dikenal denhgan low-grade metamorphic rocks. Beliau menceritakan kondisi tersebut diakibatkan oleh pengkayaan mineral dan kontak secara langsung dengan intrusi batuan beku yang teramati dari tingkat dan perubahan jenis-jenis batuan alterasi pada lokasi tersebut. Bila diamati lokasi tersebut terdapat banyak patahan dan rekahan sehingga menyebabkan daerah tersebut mudah untuk dilalui oleh aliran hydrothermal yang menghasilkan perubahan warna akibat dari alterasi batuan, selain itu dari pengamatan struktur dilapangan terlihat beberapa patahan yang menunjukan pergerakan naik, yang dimana kondisi tersebut merepresentasikan keadaan tektonik kompresi yang kuat yang menyebabkan terangkatnya Malang Selatan. Di stopsite ini pak Handoko memberikan tugas untuk peserta yakni memotret kondisi geologi ataupun sketsa geologi yang menggambarkan keadaan geologi di lokasi tersebut, nantinya akan dipilih photo ataupun sketsa terbaik yang akan diberikan hadiah berupa kompas geologi.

Foto 5. Peserta mendengarkan penjelasan dari pemateri di stopsite 2
Foto 6. Peserta mengamati dan menganalisa singkapan batuan yang teralterasi di stopsite 2
Foto 7. Foto bersama peserta dengan pemateri

Pada pukul 11.10 WIB rombongan fieldtrip melanjutkan perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan ibadah sholat jumat dan sekaligus untuk istirahat makan siang. Setelah istirahat makan siang rombongan kembali melanjutkan perjalan ke stopsite ke-3 yakni di pantai Ungapan yang ditempuh dengan waktu ± 40 menit dari stopsite 2. Di sepanjang perjalanan menuju stopsite ke-3 teramati banyak singkapan batugamping yang menunjukan suksesi lapisan yang baik dan jajaran conical hill sebagai penanda khas kawasan geomorfologi karts. Setibanya di stopsite ke-3 di Pantai Ungapan peserta diberikan penjelasan mengenai kondisi sedimentasi modern yang berlangsung di lokasi tersebut dan kaitannya dengan kondisi-kondisi geologi di Malang Selatan sekaligus merangkum kegiatan fieldtrip dari stopsite pertama yang berada di bagian utara hingga terakhir diselatan, sehingga peserta mendapatkan puzzle  geologi yang cukup lengkap mengenai proses tektonik-sedimentasi di Malang Selatan. Kegiatan fieldtrip diakhiri dengan penyerahan momento oleh ketua panitia GEOSC 2018 dan photo bersama peserta dan pemateri di depan Pantai Ungapan.

Foto 8. Stopsite 3 Pantai Ungapan

Daerah pegunungan Malang Selatan sendiri merupakan daerah yang sangat baik sebagai tempat kuliah lapangan dimana menyajikan secara baik singkapan batuan, baik itu singkapan hasil penambangan maupun bekas pemotongan jalan (cut-road), selain itu kondisi geologinya menawarkan cerita yang luar biasa yang dapat merepresentasikan kondisi geologi di selatan jawa sehingga dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa kebumian yang ingin mempelajari geologi pulau Jawa.

3 Hari Bersama SM-IAGI dalam acara Geostudent Competition 2018

Geostudent Competition (GeoSC) merupakan acara tahunan FGMI, pada tahun ini sudah dilaksanakan untuk yang ke-3 kalinya dengan SM-IAGI Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah. Acara berlangsung dari Hari Jumat tanggal 23 November 2018 sampai Hari Minggu tanggal 25 November 2018. Acara langsung dibuka dengan fieldtrip mengenal geologi daerah Malang Selatan dengan pemateri Bapak Handoko Teguh Wibowo S.T, M.T beliau merupakan dosen di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya sekaligus Ketua Pengda IAGI Jawa Timur. Dalam kegiatan fieldtrip tersebut peserta di bawa ke 3 stopsite yang sangat menarik di Malang Selatan. Stopsite pertama berada di puncak tertinggi dari kompleks pegunungan selatan Malang yakni daerah Argo Tirto, peserta dibawa mengamati singkapan batugamping yang melampar baik dan tumbuh di tinggian OAF (old andesite formation). Selanjutnya di stopsite ke-2 peserta dibawa menuju singkapan batuan pryophilite yang merupakan salah satu contoh batuan meta-sedimen yakni low-grade metamorphic yang dihasilkan dari kegiatan intrusi batuan beku. Stopsite terakhir berada di Pantai Ungapan yakni pantai selatan dari daerah Malang yang secara morfologi berada di antara batugamping (conical hill), di tempat tersebut pemateri menjelaskan mengenai proses sedimentasi modern dan kaitannya dengan kompleks karst di daerah Pantai Selatan.

Foto 1. Foto bersama pemateri dan peserta field trip
Foto 2. Sesi diskusi peserta dan pemateri

GeoSC tahun ini dihadiri sebanyak 20 SM-IAGI dari total 25 SM-IAGI yang sudah ada, dengan wakil dari masing-masing SM-IAGI berjumlah 3 orang dan menjadi peserta GeoSC dengan jumlah terbanyak selama tiga tahun terakhir. Hari kedua dibuka oleh Kaprodi Teknik Geofisika Universitas Brawijaya dan ketua Forum Geosaintis Muda Indonesia Nurcholis, kemudian dilanjutkan dengan kompetisi Play Based Exploration dan Geothermal, untuk lomba Play Based Exploration sebagai jurinya adalah Bapak Andri Syafriya, S.T., M.T. ,acara dibuka dengan pemberian materi kepada peserta Geosc kemudian dilanjutkan dengan perlombaan, setelah lomba PBE dilanjutkan dengan perlombaan Geothermal, dimana panitia bekerjasama dengan Pertamina Geothermal Energy untuk pembuatan soal dan pemberian materi diisi oleh Bapak Sardiyanto dan Bapak Tofan Sastranegara.

Foto 3. Foto bersama pemateri Play Based Exploration dengan peserta
Foto 4. Foto bersama pemateri Geothermal dengan peserta

Acara hari ke-3 diisi dengan perlombaan Geoscience Knowledge, dimana peserta diuji untuk mengeluarkan ide serta membahas isu-isu kebumian dalam format presentasi kepada dewan juri. Ketua Umum IAGI Bapak Sukmandaru Prihatmoko membuka acara sekaligus menjadi dewan juri bersama Bapak Burhanudinnur (Wakil Ketua Umum IAGI & Ketua ASPPRODITEGI), Pak Amin Widodo (Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan Nurcholis (Ketua FGMI). Acara ditutup dengan gala dinner dan pengumuman pemenang di Hotel Regen Park Malang, acara penutupan dihadiri oleh Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Drs. Adi Susilo, M.Si.,Ph.D ,sebagai Juara 3 adalah SM-IAGI Universitas Indonesia, Juara 2 diperoleh SM-IAGI UPN “Veteran” Yogyakarta dan Juara 1 diperoleh SM-IAGI Universitas Brawijaya. Selamat kepada pemenang dan sampai jumpa di acara Geosc 2019 di Universitas Islam Riau.

Foto 5. Foto Juri Geoscience Knowledge
Foto 6. Suasana presentasi dari salahsatu kelompok
Foto 7. Seluruh peserta dan panitia Geostudent Competition 2018
Foto 8. Juara tiga Geostudent Competition 2018 diperoleh SM-IAGI UI
Foto 9. Juara dua Geostudent Competition 2018 diperoleh SM-IAGI UPN
Foto 10. Juara satu Geostudent Competition 2018 diperoleh SM-IAGI UB

Geothermal Goes to Campus UNPAD

Geothermal Goes to Campus atau  Geothermal Mengajar IAGI merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) dalam rangka memperkenalkan secara detail mengenai potensi hingga Industri panas bumi di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, Geothermal Goes to Campus mengunjungi Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Oktober 2018 di Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran dengan mendatangkan para expert geothermal KS-ORKA Bpk. Birean D. Sagala selaku Subsurface Manager beserta Tim Geologist: Haris Munandar Siagian dan Dhani Sanjaya.

Kuliah umum yang diikuti lebih dari 35 orang peserta ini membahas mengenai potensi hingga konsep eksplorasi panas bumi di Indonesia mulai dari pengertian dan konsep dasar, potensi di dunia khususnya di Indonesia, tahapan eksplorasi panas bumi serta peran seorang geologist pada eksplorasi panas bumi.

Selain pemberian materi di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab dan diskusi terkait pengembangan geothermal yang ada di Indonesia. Acara ini sangat berkaitan dengan kegiatan perkuliahan khususnya peminatan energi mahasiswa teknik geologi Unpad dalam mendalami energi panas bumi di perkuliahan. Harapanya dengan adanya sharing knowledge dengan IAGI maupun FGMI, ataupun bidang lainnya untuk memperdalam Ilmu yang didapat dalam perkuliahan.

Beberapa Dokumentasi hasil kegiatan:

FGMI Goes to Universitas Jambi

Diskusi dengan Mahasiswa Teknik Geologi UNJA

Pada hari sabtu, 22 September 2018 FGMI dalam hal ini diwakili oleh Pak ketua Nurcholis, Ananda Rizki dan Oka Agastya berkunjung ke Teknik Geologi Universitas Jambi (UNJA). Dalam kunjungan tersebut rekan-rekan FGMI berkesempatan untuk mengenalkan FGMI dan SM-IAGI lebih dekat dengan mahasiswa Geologi UNJA. kegiatan tersebut disambut baik oleh Kaprodi Teknik Geologi yakni Ibu D.M. Magdalena Ritonga dan civitas dosen Teknik geologi UNJA. kegiatan sharing tersebut diawali dengan memperkenalkan kegiatan yang dilakukan FGMI bersama SM-IAGI baik mengenai latar belakang berdirinya SM-IAGI dan bagaimana SM-IAGI berperan dalam meningkatkan dan menunjang kegiatan mahasisa geologi di Indonesia dan diahkiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar pendirian SM-IAGI. Semoga dengan kegiatan sharing ini dapat lebih membuka, mengembangkan dan memberikan informasi kepada rekan-rekan mahasiswa teknik geologi UNJA mengenai SM-IAGI dan harapan kami mahasiswa Teknik geologi UNJA dapat segera bergabung di keluarga besar SM-IAGI agar dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan mahasiswa dan Universitasnya.

Foto bersama Mahasiswa dan Dosen TG Unja

Kunjungan HMGF UI dan SM-IAGI di Sekretariat FGMI

Jumat, 28 September 2018 Himpunan Mahasiswa Geofisika Universitas Indonesia (HMGF-UI) melakukan kunjungan ke secretariat FGMI-IAGI di Jl Tebet Timur Dalam X, Jakarta Selatan. Kunjungan dari mahasiswa ini diterima oleh Ketua FGMI Nurcholis dan Aditya dari Divisi Penelitian dan Pengembangan FGMI. HMGF-UI mempunyai program kerja yaitu meet whit professional, dan salahsatu yang diajak diskusi adalah teman-teman dari FGMI. FGMI juga mengundang pengurus SM-IAGI terutama yang di wilayah Jabodetabek yaitu SM-IAGI Universitas Indonesia, SM-IAGI Universitas Pakuan dan SM-IAGI Universitas Trisakti untuk ikut berdiskusi bersama.

Acara di awali dengan presentasi pengenalan FGMI dari struktur organisasi dan kegiatan-kegiatannya, kemudian dilanjutkan sesi diskusi. Selanjutnya secara bergantian dilanjutkan presentasi dari HMGF UI dan perwakilan SM-IAGI yang hadir.

Diskusi ini sangat berguna untuk mengoptimalkan dan membuka peluang untuk saling bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan seperti seminar, field trip dan kegiatan kampus lainnya yang bisa menambah soft skill mahasiswa. FGMI akan membimbing dan mengarahkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.

Foto Bersama Pengurus FGMI, SM-IAGI dan HMGF UI
Penyerahan plakat dari HMGF UI

Gali Semangat Berprestasi di Inspirasi Geologi

Pada hari Jumat tanggal 31 Agustus 2018, telah dilaksanakan salah satu program kerja unggulan Ikatan Alumni Teknik Geologi Universitas Sriwijaya (IKA GEO Sriwijaya) yang diberi nama Inspirasi Geologi. Kegiatan Inspirasi Geologi berupa aktifitas peliputan video wawancara dengan sejumlah narasumber yang merupakan insan geosaintis inspiratif dan dinilai memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang ilmu kebumian. Topik wawancara meliputi hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan hidup narasumber hingga meraih kesuksesan dan disertai dengan pembahasan isu terkini maupun pembahasan teknis mengenai ilmu kebumian, khususnya geologi. Setiap hasil peliputan wawancara akan dipublikasikan di sejumlah media publikasi digital IKA GEO Sriwijaya (channel YouTube dan instagram @ikageosriwijaya) agar inspirasi dan informasi yang terdapat pada setiap edisi Inspirasi Geologi dapat tersebar secara luas ke setiap insan geosaintis di Indonesia.

Pada Inspirasi Geologi edisi perdana kali ini, narasumber yang diundang untuk berbagi inspirasi adalah Nurcholis, S.T. yang merupakan Ketua Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI). Wawancara tersebut dipandu oleh Muhammad Addiansyah, S.T.  yang merupakan Ketua IKA GEO Sriwijaya dengan topik pembahasan seputar perjalanan hidup Ketua FGMI, aktifitas dan program kerja FGMI, kondisi terkini karir Geosaintis Muda Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0, dan strategi yang perlu dipersiapkan oleh Geosaintis Muda Indonesia agar dapat beradaptasi dengan baik pada Era Revolusi Industri 4.0.

Gambar 1. Proses peliputan Inspirasi Geologi bersama Ketua FGMI

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diketahui bahwa Era Revolusi Industri 4.0 yang saat ini tengah berlangsung ditandai dengan meningkatnya interaksi antara manusia, instrumen industri, dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi. Pada industri kebumian mulai diterapkan big data, augmented intellegence, dan internet of things pada aktifitas eksplorasi-produksi dan pengelolaan data sumberdaya alam. Sehubungan dengan adanya proses digitalisasi pada industri kebumian tersebut, maka Ketua FGMI mengajak seluruh Geosaintis Muda Indonesia untuk segera mengupgrade kemampuan diri dalam penggunaan teknologi, namun tetap disertai dengan upaya peningkatan pengetahuan konseptual dan teknis industri kebumian. Strategi lain yang dapat dilakukan oleh Geosaintis Muda Indonesia dalam proses penyesuaian Era Revolusi Industri 4.0 adalah memahami Making Indonesia 4.0 yang merupakan roadmap untuk mengimplementasikan sejumlah strategi Pemerintah Republik Indonesia dalam memasuki Era Revolusi Industri 4.0, sehingga Geosaintis Muda Indonesia dapat memahami perubahan orientasi industri di Indonesia dan mulai tergerak untuk membekali diri dengan kemampuan-kemampuan yang diperlukan agar dapat tetap berkarir dan berprestasi dengan baik di Era Revolusi Industri 4.0.

Setelah hampir 30 menit melakukan peliputan wawancara, narasumber menyampaikan closing statement bahwa Geosaintis Muda Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan adanya Revolusi Industri 4.0, dan yang terpenting adalah Geosaintis Muda Indonesia harus segera mengupgrade kemampuan diri sesuai dengan perkembangan teknologi dan instrumen baru yang digunakan pada industri kebumian. Setelah penyampaian closing statement tersebut maka peliputan wawancara ditutup dengan teriakan tagline “Inspirasi Geologi, Salam Inspirasi!” oleh Ketua FGMI dan Ketua IKA GEO Sriwijaya. Setelah peliputan wawancara dengan Ketua FGMI tersebut selesai, kegiatan selanjutnya berupa ramah tamah dan diskusi ringan Tim IKA GEO Sriwijaya bersama Ketua FGMI.

Harapannya, dalam waktu dekat IKA GEO Sriwijaya dapat segera kembali melakukan peliputan wawancara Inspirasi Geologi edisi berikutnya dengan narasumber yang tidak kalah inspiratif dengan Ketua FGMI, sehingga akan ada banyak inspirasi dan semangat berprestasi yang dapat disebarkan kepada seluruh insan geosaintis di Indonesia.

“Inspirasi Geologi, Salam Inspirasi!”

Gambar 2. Foto bersama Ketua FGMI dengan Tim IKA GEO Sriwijaya

FGMI MERAYAKAN ULANGTAHUN KE-6 DENGAN MENGGELAR PAMERAN KEBUMIAN

Forum Geosaintis Muda Indonesia mengadakan pameran kebumian berupa foto vulkanologi dari Badan Geologi, sketsa lapangan karya Dr. Budi Brahmantyo dan beberapa koleksi dari Museum Geologi Bandung di Jakarta Creative Hub, Jakarta pusat mulai dari tanggal 26-31 maret 2018. Pameran dibuka setiap harinya pukul 10:00 hingga 16:00 WIB, untuk hari jumat tanggal 30 pameran ditutup. Pameran kebumian ini sekaligus perayaan ulangtahun FGMI yang ke-6 dan menyongsong ulangtahun Ikatan Ahli Geologi Indonesia yang ke-58.

Poster Acara FGMI 6.0 yang diisi dengan Pameran, Seminar dan Talkshow

Selain pameran, di hall utama aka nada seminar gempabumi Jakarta yang akan dihadiri oleh Kepala BMKG, Kepala Badan Geologi, Ketua IAGI dan Kepala BPBD DKI Jakarta pada hari selasa tanggal 27 Maret 2018. Talkshow tentang Geosaintis Zaman Now juga akan diadakan pada hari Sabtu tanggal 31 Maret yang akan diisi oleh Bp. Rovicky Dwi Putrohadi, Presiden ISPG Julianta Panjaitan, Sekjen IAGI Dwandari Ralanarko dan akan dibuka oleh ketua FGMI dan Ketua IAGI.

Sabtu, 31 Maret juga menjadi puncak acara dimana akan dilakukan pemotongan tumpeng dan FGMI award, penghargaan diberikan dari FGMI kepada orang-orang IAGI yang telah berkontribusi bagi pengembangan geosaintis di Indonesia.

FGMI Launching Kuliah Online bersama ASPRODITEGI

Berkembangnya era digital yang sangat cepat ini membuat mahasiswa dan dosen perlu inovatif dan update mengenai dunia digital. Indonesia saat ini mempunyai 34 jurusan Teknik Geologi yang tersebar dari aceh hingga papua, tentunya untuk menjangkau semua universitas terebut akan mengalami kendala waktu dan biaya. Kuliah online menjadi solusi bagi banyaknya kampus-kampus Geologi dan Geofisika untuk memperdalam ilmu lebih cepat dan harapannya pemerataan pendidikan geologi bisa tercapai. Media Youtube merupakan media terbaik dan termudah untuk dilakukannya kuliah online, selain bisa mengulang kembali tema yang sudah di unggah sebelumnya, mahasiswa juga bisa kapan saja membuka video tersebut dan bisa melihat pemaparan para ahli di bidanggnya masing-masing.

Asosiasi Program Studi Teknik Geologi (ASPRODITEGI) mempunyai visi yang sama dengan FGMI, sehingga FGMI menggandeng ASPRODITEGI untuk menyebarkan dan membantu pembuatan video Kuliah Online tersebut. Pada hari sabtu, tanggal 9 Desember 2017 dalam acara temu komunitas kebumian telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak untuk saling membantu dalam pembuatan kuliah online dan menyebarkan ke para dosen di seluruh Indonesia. Pak Burhanudin sebagai ketua ASPRODITEGI sekaligus wakil ketua IAGI dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kuliah online ini sangat baik dan akan sangat membantu bagi percepatan pemerataan pendidikan geologi di Indonesia.

Tema Geothermal dipilih bulan Desember ini untuk melihat antusias mahasiswa dan komentar para Bapak/Ibu Dosen Geologi dan Geofisika. Narasumber tema tersebut adalah Hafiz Hamdalah, S.T, M.T yang menjelaskan dari pengenalan sampai metode Geologi, Geofisika dan Geokimia dalam Eksplorasi Geothermal, video yang akan diunggah dibagi dalam 5 bagian, dimana setiap bagian akan  diunggah satu minggu sekali dari tanggal 9 Desember. Untuk melihat kuliah online tersebut, cukup membuka Youtube dari laptop atau handphone, kemudian cari “FGMI channel” maka akan muncul video-video yang sudah diunggah atau klik link berikut https://youtu.be/uBwAV6zq91s

Sambutan dari Bp. Burhanudin
Foto Ketua FGMI dan Ketua Asproditegi

Sharing Knowledge FGMI Dalam Kegiatan Pengenalan Himpunan Mahasiswa “LAKSAMANA” Universitas Pertamina

Acara sharing knowledge ini merupakan acara penutup dari serangkaian kegiatan “Laksamana” yang diselenggarakan oleh Teknik Minyak Universitas Pertamina dalam rangka persiapan pembentukan Himpunan Mahasiswa.  Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 November 2017, dimulai pukul 19.00 di Gedung Griya Legita Universitas Pertamina. Kegiatan ini di hadiri setidaknya 200 mahasiswa/wi Teknik Minyak Universitas Pertamina dari angkatan 2016 dan 2017.

Penyampaian materi berlangsung selama 1.5 jam dengan membahas perihal kegiatan keorganisasian, dari struktur AD/ART, keuntungan dalam berkontribusi di organisasi, dan juga bentuk kerjasama dengan bidang keprofesian untuk seksi mahasiswa. Selama kegiatan para peserta dengan antusias silih berganti memberikan pertanyaan seputar keorganisasian dan juga keprofesian. Demi mendukung inisiatif yang baik dari para mahasiswa/wi Teknik Minyak Universitas Pertamina, sebagai salah satu organisasi dengan anggota geosaintis muda dari seluruh Indonesia (FGMI) memberikan dukungan moral dan juga dukungan aksi berupa pemberian wejangan materi serta mentoring dalam pembentukan Himpunan Mahasiswa Teknik Minyak Universitas Pertamina (HMTM UP).

Pembicara sedang menjelaskan materi
Pemberian plakat oleh pelaksana kepada pembicara
Acara diakhiri dengan foto bersama peserta dengan pembicara

 

PERAN SENI, BUDAYA, DESAIN, KREATIVITAS DAN ASPEK-ASPEK ESTETIKA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI GEOWISATA INDONESIA

Indonesia mempunyai keragaman geologi (geodiversity) yang sangat potensial, yaitu berupa batuan (tanah), mineral, fosil, bentang alam, airtanah, dan proses geologi sehingga beberapa diantaranya layak untuk ditetapkan menjadi warisan geologi (geoheritage) dan dimanfaatkan menjadi geowisata atau geopark bertaraf nasional dan internasional. Geowisata sendiri merupakan pariwisata yang memanfaatkan seluruh aspek geologi (mineral, batuan, fosil, bentang alam dan proses). Peran Geosaintis dalam pengembangan Geowisata ini sangat vital, selain menjadi interpreter suatu objek geowisata, diharapkan juga bisa membuat orang awam tertarik untuk mengunjungi objek tersebut.

Kita harus melihat dan memperlakukan geowisata sebagai sebuah subyek, bukan obyek. Kenyataannya, hampir semua keindahan alam di Indonesia dihasilkan dengan proses alamiah secara geo-engineered. Artinya proses geologi ini memiliki peran besar dalam menciptakan banyak lokasi wisata yang menakjubkan di Indonesia. Dengan menjadikannya sebagai subyek, geowisata akan berperan aktif dalam membangun dirinya menjadi sebuah bidang wisata yang penting dalam bisnis pariwisata indonesia, bekerja sama dengan bidang kerja lain dan memimpin dalam pengembangan pariwisata di Indonesia secara umum.

Implementasi seni, budaya, desain, kreativitas, aspek-aspek estetika, sumber daya dan management untuk membuat keindahan bentang alam sebagai sebuah panggung kreativitas yang memiliki brand yang kuat

Dalam hal ini, orang-orang yang menjadi tulang punggung bidang geowisata harus melakukan komunikasi yang komprehensif semaksimal mungkin dengan masyarakat yang tinggal di tempat, pemerintah, perusahaan, orang-orang terkemuka, dan komunitas lapangan lainnya (yaitu: komunitas seni, dll) yang juga memusatkan perhatian. pekerjaan mereka – untuk bisnis alam ini. Upaya komunikasi ini tentu saja akan menjadi bagian dari strategi untuk membangun dan memperkuat fokus yang baik dalam bagaimana membuat bisnis keindahan alam ini bisa membuat setiap orang dalam bisnis ini melakukan kolaborasi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Pada tingkatan ini, harus ada upaya pemasaran yang komprehensif dan kuat untuk menarik perhatian orang. Selain materi promosi yang bagus, harus ada strategi untuk menggunakan banyak cara untuk memberi tahu orang tentang sesuatu yang kita inginkan. Promosi internet, televisi, radio dan poster di jalan hanyalah mode statis. Mode dinamis dan interaktif adalah dengan bertemu orang secara langsung dan melakukan sesuatu yang semarak di lokasi wisata. Apabila pada akhirnya masyarakat tahu akan sebuah lokasi wisata yang sedang dipromosikan, lalu akhirnya melakukan kunjungan dan merasa bahagia dengannya, maka mereka akan menceritakannya ke seluruh dunia. Nantinya, disaat usaha keras promosi ini berhasil, orang di seluruh di seluruh dunia akan tertarik dan mulai pesan tiket untuk mengunjungi lokasi-lokasi geowisata tersebut.

Beberapa contoh bagus antara kolaborasi seni, budaya, desain, kreativitas, aspek-aspek estetika, keindahan alam dan management yang telah berhasil menjadi brand yang kuat

  • Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Patung empat presiden Amerika di Mount Rushmore, South Dakota, USA
  • Video Klip, I Disappear, Metallica, Monument Valley, Arizona-Utah, USA
  • Video Klip, A sky full of stars, The Piano Guys, Utah Salt Flats, Utah, USA
  • Film, The Revenant, Leonardo Di Caprio, Kananaskis Country, Canada
  • Film, The Lone Ranger, Johnny Depp, Monument Valley, Arizona-Utah, USA
  • Sherpa, film documenter, Himalaya, Nepal
  • Festival, Burning Man, Black Rock Desert, Nevada, USA
  • Mountain Film Festival, BANFF Centre, Canada
  • Mountain Bike Film Festival, Trail In Motion, Cape Town, South Africa
  • A Polygon Promotional Mountain Bike Video, Kurt Sorge, Bromo, Jawa Timur, Indonesia
  • World Rafting Championship, Yoshino River, Jepang
  • Vars Mountain Trail, France
  • Red Bull Rampage, Mountain Bike Extre Sport, USA
  • World Wingsuit League, China
  • Jazz Gunung, Bromo, Jawa Timur, Indonesia
  • Rocky Mountain Business Seminar, Kanada
  • Sovereign Hill Tour, Desa Tambang Emas Kuno, Ballarat, Melbourne, Australia
  • Chernobyl Tour, Bekas reactor Nuklir, Ukraina

Perbandingan jumlah penonton berbagai macam jenis video di situs youtube sebagai sebuah referensi penting bagi pilihan strategi promosi dan marketing

Dari tabel urutan jumlah penonton youtube yang dirilis pada tahun 2017, ternyata jumlah penonton terbanyak adalah dari video-video yang menampilkan musik kemudian diikuti oleh video sport. Hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan penting bagi kita untuk bagaimana cara mengemas promosi dan marketing bidang geowisata yang sedang kita lakukan.

Tujuan akhir dari seluruh upaya tersebut adalah sebuah kebanggaan akan bidang geowisata yang sedang kita upayakan bersama, peningkatan sumber ekonomi masyarakat melalui bisnis geowisata dan pada akhirnya menjadi sebuah proses regenerasi yang baik di bidang geologi pada umumnya dan bidang geowisata pada khususnya.

Bapak Heryadi Rachmat dari Badan Geologi sebagai Narasumber sedang melakukan persentasi
Reza Permadi dari MAGI sebagai Narasumber sedang melakukan persentasi
Kak Satriagama Rakantaseta (seniman) sebagai Narasumber sedang melakukan persentasi
Acara diakhiri dengan foto bersama antara peserta dan narasumber

(Di resume dari presentasi Heryadi Rachmat (Badan Geologi), Reza Permadi (MAGI) dan Satriagama Rakantaseta (seniman) dalam seminar berjudul Perkembangan, Tantangan dan Peluang Bisnis Geowisata di Indonesia pada tanggal 3 November 2017 di UPN “Veteran” Yogyakarta)

  • Jaringan

  • Follow Us On Instagram

  • Crown palace Blok C No. 28
    Jl. Prof. Dr. Supomo SH. No 231
    Tebet, Jakarta 12870

    Telp:(021) 83702848 - 83789431
    Fax: (021)83702848
    Email: sekretariat@fgmi.iagi.or.id