Berita Terbaru

Seminar Oil and Gas “New Play Exploration and Step Development in Matured Field”

SM IAGI IST AKPRIND Yogyakarta kembali mengadakan seminar mengenai Oil and Gas. Topik yang diambil adalah New Play Exploration and Step Development in Matured Field. Seminar ini diselenggarakan pada Minggu, 5 November 2017 di Ruang Sidang 1 IST AKPRIND Yogyakarta. Seminar ini dimulai pada pukul 08.30-12.30 WIB. Pemateri seminar pada kesempatan ini adalah Sdr. Aveliansyah S.T. dan Bpk. Pujo Ponco P. A. S.T. dari PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ.

Pada sesi pertama seminar ini dibuka oleh sambutan dari Ketua Panitia, Ketua SM IAGI, Pembina SM IAGI dan Ketua Jurusan Teknik Geologi IST AKPRIND. Kemudian, materi pertama disampaikan oleh Bpk Pujo Ponco. Pada kesempatan ini, beliau menjelaskan mengenai profil dari PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ, lalu Potensi Minyak dan Gas di Indonesia. Selanjutnya, penyampaian materi oleh Sdr. Aveliansyah. Pada kesempatan ini, beliau menjelaskan mengenai New Play Exploration in Matured Field. Lalu, dilanjutkan sesi tanya jawab dan sesi pertama diakhiri.

Pada sesi kedua seminar ini, Bpk. Pujo Ponco menyampaikan materi tentang Operation Logging and Drilling. Kemudian, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab. Setelah sesi ini, diadakan simulasi interview kerja yang dipandu oleh Bpk. Pujo Ponco dan Sdr. Aveliansyah. Peserta seminar sangat antusias dengan sesi kali ini. Kemudian, seminar ini diakhiri pada Pukul 12.30 dengan sesi Penyerahan Momento dan Foto Bersama. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah khasanah pengetahuan tentang Oil and Gas. Sekian dan Terimakasih.

Narasumber Sdr. Aveliansyah sedang mengisi materi
Pemberian plakat kepada Bapak Pujo Ponco
Pemberian plakat kepada Sdr. Aveliansyah

 

Foto bersama panitia, peserta dan narasumber pada akhir acara

 

Oleh : Muhammad Nur Arifin (Ketua SM IAGI IST AKPRIND)

Sosialisasi dan Mitigasi Bencana Alam Untuk Usia Dini di Desa Terbah, Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, D.I. Yogyakarta

Tanggal 28 Oktober merupakan hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Tepat pada tanggal ini Pemuda-Pemudi Indonesia melakukan Sumpah yang dinamakan Sumpah Pemuda. FGMI dan SM IAGI IST AKPRIND Yogyakarta memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan cara yang berbeda. Pada Sabtu 28 Oktober 2017, FGMI dan SM IAGI IST AKPRIND Yogyakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Mitigasi Bencana Alam Untuk Usia Dini di Desa Terbah, Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini juga dihadiri oleh SM IAGI UGM, SM IAGI UPN, BPBD Kab. Gunungkidul dan Dosen Teknik Geologi IST AKPRIND.

Kegiatan Sosialisasi dan Mitigasi ini dilakukan dengan sasaran Peserta Siswa-Siswi SD di sekitar Desa Terbah yang terdiri dari SDN Belang sebanyak 44 Siswa, SDN Terbah 1 sebanyak 45 Siswa, dan SDN Terbah 2 sebanyak 31 Siswa. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Terbah dari Pukul 10.00-12.30 WIB. Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Ketua Panitia, Ketua SM IAGI, Ketua Jurusan Teknik Geologi, dan Perwakilan BPBD Kab. Gunungkidul.

Sesi berikutnya, penyampaian materi bahaya bencana alam oleh Ibu Dina Tania S.T., M.T.. Selanjutnya, diadakan peragaan simulasi bencana alam oleh MC. Setelah itu, Siswa-siswi tersebut memperagakan simulasi yang telah disampaikan baik di dalam Balai Desa maupun di Lapangan dekat Balai Desa. Kemudian, dilakukan permainan tentang simulasi bencana alam dan permainan lainnya. Para peserta tampak sangat antusias terhadap kegiatan ini. Setelah itu, kegiatan ini ditutup dengan pembagian momento dan poster bencana alam kepada Kepala Sekolah SDN Terbah 1, SDN Belang, dan SDN Terbah 2. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memupuk rasa siap dan tanggap bencana alam kepada anak-anak semenjak usia dini dan kegiatan ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang. Sekian dan Terimakasih.

Sosialsisasi di lapangan bersama para peserta SD di sekitar daerah Terbah
Para panitia mensimulasikan kepada para peserta ketika terjadi bencana

 

Foto bersama Panitia dengan Narasumber

 

Foto bersama Panitia dengan Peserta Sosialisasi dan Mitigasi Bencana Alam

Oleh : Muhammad Nur Arifin (Ketua SM IAGI IST AKPRIND)

Geostudent Competition 2017 sukses diselenggarakan di Yogyakarta

Yogyakarta, FGMI – November 2017 Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) sukses mengadakan acara Geostudent Competition(GEOSC) dan Seminar bertempat di Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 17 Perwakilan SM-IAGI dari berbagai Universitas di Indonesia, mulai Universitas Syiah Kuala Aceh hingga Universitas Hasanudin Makasar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dimulai dari tanggal 2 dan berakhir tanggal 4 November 2017.

Kegiatan hari pertama dimulai dengan acara pembukaan oleh Arif Zardi Dahlius, Ketua MGEI, mewakili Ketua Umum PP IAGI, Sukmandaru Prihatmoko, yang berhalangan. Hadir dalam dalam acara ini, Dekan Fakultas Teknologi Mineral, Bapak Suharsono, Ketua Jurusan Teknik Geologi UPN, Fitri, Ketua FGMI, Nurcholis, Ketua Panitia, Syukron Ady dan seluruh peserta. Dilanjutkan dengan perlombaan yaitu Geoteknik untuk mitigasi bencana, Geothermal, Log analysis, Petrologi, Presentasi poster geowisata dan soal wawasan geosaintis.

Hari kedua diadakan seminar nasional Perkembangan dan Tantangan Bisnis Geowisata di Indonesia yang dibawakan oleh Dr. Heryadi Rachmat (Badan Geologi/ Wakil ketua Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI), Reza Permadi (Sekjen MAGI) dan seniman Satriagama Rangkaseta dengan moderator Nurcholis (ketua FGMI). Dilanjutkan dengan Seminar Geothermal “Perkembangan Geothermal di Indonesia, Tantangan dan Peluang ke depan Bagi Geosaintis Muda” seminar ini dibawakan oleh Ir. Yunus Saefulhak, M.M, M.T. (Direktur Panas Bumi EBTKE, Kementrian ESDM) dengan moderator Hafiz Hamdalah (Pusat Studi Mineral dan Energi (PSME) UPNV Yogyakarta). Yunus menjelaskan perkembangan geothermal di Indonesia. Saat ini sudah terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas sebesar 1.808,5 MW dengan target tambahan 265 MW selesai pada tahun 2018. Apabila berhasil maka kapasitas terpasang PLTP menjadi 2.103,5 MW. Dengan demikian akan melampaui kapasitas PLTP Filipina. Sebagai informasi Filipina adalah peringkat 2 kapasitas PLTP dunia di bawah Amerika Serikat.

Pada malam hari dilanjutkan dengan acara pengumuman juara Student Competition. Tampil sebagai juara pertama dari ITB (Institut Teknologi Bandung) Bandung, kemudian juara kedua UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang dan juara ketiga UPN (Universitas Pembangunan Nasional) “Veteran” Yogyakarta sebagai juara ketiga. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Bapak Dr. Heryadi Rachmat.

Hari ketiga sebagai hari terakhir diisi dengan Fieldtrip Geoheritage. Para peserta diajak untuk berkeliling di area Yogyakarta hingga Bayat, Klaten sambil mempelajari warisan geologi yang menceritakan proses terjadinya pulau Jawa dengan narasumber Dr. Ir. C Prasetyadi M.Sc. (Koordinator Prodi Magister Teknik Geologi (MTG) UPN Yogyakarta).

Foto bersama setelah seminar Geowisata
Foto Bersama peserta dan Narasumber setelah seminar Geothermal
Stop site 1 (Tebing Breksi) Fieldtrip geoheritage
Foto Bersama seluruh peserta dan panitia GEOSC 2017

Geostudent Competition 2017 Siap Dilaksanakan di Yogyakarta

 

Setelah sukses menyelenggarakan Geostudent Competition (GEOSC) yang pertama pada tahun 2016 dalam rangkaian acara Pre-Convention GeoSea dan 54 tahun IAGI, pada tahun 2017 ini akan dilaksanakan GeoStudent Competition ke-2. Berdasarkan musyawarah antar SM-IAGI yang mengikuti GEOSC pertama di Universitas Indonesia, diputuskan UPN “Veteran” Yogyakarta akan menjadi tuan rumah untuk ajang kompetisi dan silaturahmi seluruh SM-IAGI yang ada di Indonesia. GEOSC ini akan diadakan pada tanggal 2-4 November 2017 yang terdiri dalam berbagai rangkaian acara.

GEOSC yang kedua ini akan diikuti oleh 18 SM-IAGI dari seluruh Indonesia. Tanggal 2 November 2017 akan dilaksanakan perlombaan dengan 6 kategori, yaitu Geothermal, Analisa Log, Petrologi, Mitigasi Bencana, Poster Geowisata dan Wawasan Geosaintis. Masing-masing SM-IAGI yang diwakili 3 orang akan mengikuti semua kategori lomba tersebut. Khusus untuk Geowisata, para peserta akan mempresentasikan penelitiannya dihadapan juri. Lomba akan dilakukan dari pagi sampai sore hari. Tanggal 3 November 2017, akan dilakukan diskusi SM-IAGI dengan FGMI kemudian akan diisi seminar tentang perkembangan geopark di Indonesia dan ditutup malam harinya dengan pengumuman pemenang lomba dan penampilan kesenian dari masing-masing perwakilan SM-IAGI dan panitia.

Acara hari terakhir, 4 November 2017 akan dilaksanakan fieldtrip Geoheritage di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan instruktur Bapak C. Prasetyadi yang merupakan salah satu dosen geologi UPN “Veteran” Yogyakarta. Stopsite pertama akan dimulai dari Candi Ijo yang berada di Kalasan kemudian akan diteruskan ke Lava Bantal di Berbah dan stopsite ke tiga akan mengunjungi Gunung Api Purba Nglanggeran, perjalanan berikutnya menuju ke daerah Bayat untuk mengunjungi Watu Prahu. Fieldtrip ini akan sangat bermanfaat tentunya bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia ini.

Berikut daftar 18 SM-IAGI yang akan mengikuti acara GEOSC:

  1. Universitas Syiah Kuala
  2. Institut Teknologi Medan
  3. Universitas Islam Riau
  4. Universitas Sriwijaya
  5. Universitas Lampung
  6. Institut Teknologi Bandung
  7. Universitas Diponegoro
  8. Institut Teknologi Surabaya
  9. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
  10. Universitas Padjajaran
  11. Universitas Jenderal Soedirman
  12. Institut Sains & Teknologi Akprind
  13. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
  14. Universitas Gadjah Mada
  15. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
  16. Universitas Brawijaya
  17. STTMIGAS Balikpapan
  18. Universitas Hasanuddin

Seminar Nasional GEOSC 2017

Dalam rangkaian acara GEOSC 2017, akan diadakan seminar pada hari kedua (3 November 2017).
Setelah Hari pertama peserta mempresentasikan poster geowisata, pada hari kedua akan berlangsung seminar dengan judul “Perkembangan Tantangan Dan Peluang Bisnis Geowisata di Indonesia”
Sebagai pembicara adalah Dr. Heryadi Rachmat selaku wakil ketua Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI)  dan Beliau bekerja di Badan Geologi. Satu lagi pembicara nya adalah Reza permadi yang merupakan Sekjen MAGI Dan founder Geotour.

ESK-29 Bersama SM IAGI UIR: Inklusi Fluida dalam Kegiatan Eksplorasi MIneral

Selasa, 3 Oktober 2017, SM IAGI UIR mengadakan sharing knowledge dengan pembicara Agata Vanessa, ST. yang merupakan anggota FGMI dan Trisa Muliyana. Keduanya bekerja di Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, Badan Geologi di bawah Kementrian ESDM. Mahasiswa SM yang ikut serta dalam sharing ini berjumlah 32 orang. Sebelum dimulai, acara ini dibuka oleh Ketua Program Studi Teknik Geologi UIR, Ibu Yuniati Yuskar, ST., MT. dilanjutkan oleh ketua SM IAGI UIR Zulhikmah.

Materi yang disampaikan dalam sharing knowledge kali ini mengenai Inklusi Fluida dalam kegiatan eksplorasi mineral. Dalam pemaparan ini dijelaskan bahwa analisis inklusi fluida dilakukan untuk menentukan temperatur pengendapan mineral, salinitas fluida yang berperan dalam alterasi dan mineralisasi, dan membantu mengkorelasi tahapan mineralisasi. Inklusi fluida adalah inklusi yang terperangkap dapat sebagai fasa zat padat, cair, dan gas pada suatu mineral tertentu (contoh: kuarsa, kalsit, sfalerit). Inklusi fluida memiliki beberapa fasa yaitu gas, cair, dan padat. Dalam prosesnya inklusi fluida dapat terbentuk secara primer dan sekunder. Pengukuran dari inklusi fluida adalah temperatur homogenisasi dan temperatur leleh. Temperatur Homogenisasi adalah temperatur yang diperoleh dengan cara menaikkan suhu sampai inklusi fluida, pada suhu tertentu mengalami perubahan fisik menjadi satu fasa. Temperatur homogenisasi ini merupakan temperatur pengendapan mineral. Temperatur Leleh adalah temperatur yang diperoleh dengan cara menurunkan suhu sampai pada batas tertentu inklusi fluida mengalami perubahan fisik membeku, kemudian inklusi kembali dipanaskan perlahan-lahan sampai inklusi kembali mencair seperti pada kondisi awal sebelum dibekukan. Dari temperatur leleh ini, dengan perhitungan tertentu akan mendapatkan salinitas fluida.

Sharing knowedge yang belangsung hingga 2 jam ini dilakukan secara 2 arah, beberapa mahasiswa bertanya terkait materi yang disampaikan dan juga terkait dengan peran kegeologian dalam eksplorasi mineral saat ini. Sharing knowledge kali ini diharapakan dapat membuka wawasan mahasiswa terutama dalam eksplorasi mineral.

Foto Bersama Agata Vanessa (pembicara), Trisa Muliyana (pembicara) dan peserta sharing kwowledge yang diselenggarakan oleh SM IAGI UIR.

Pelantikan SM-IAGI Trisakti dan Seminar Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana Geologi

Peresmian SM-IAGI USAKTI ditandai dengan penyerahan bendera SM-IAGI

Pada hari Sabtu, tanggal 18 September 2017, jumlah Seksi Mahasiswa Ikatan Ahli Geologi Indonesia (SM-IAGI) kembali bertambah. Teknik Geologi Universitas Trisakti telah resmi dilantik menjadi SM-IAGI ke 25. Peresmian SM-IAGI USAKTI ini berlangsung di kampus Universitas Trisakti. Acara peresmian ini dimulai dengan kata sambutan dari Sekretaris Jurusan Teknik Geologi Trisakti Bp. Apriandi menggantikan Pembimbing SM-IAGI USAKTI Bp. Burhanudin yang sedang sakit. Kata sambutan juga disampaikan oleh dari Bp. Afiat Anugrahadi selaku Dekan FTKE USAKTI, beliau sangat mendukung dan berterima kasih atas adanya SM-IAGI USAKTI dan berharap mahasiswa bisa berkolaborasi dengan SM-IAGI kampus lainnya dan bisa aktif mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mengasah soft skill mahasiswa. Turut hadir pada acara peresmian ini Ketua Umum IAGI Bp. Sukmandaru yang juga memberikan sambutan dan menjelaskan keberadaan SM-IAGI dan FGMI. Acara pelantikan secara simbolis dari IAGI memberikan Surat Keputusan dan bendera SM-IAGI USAKTI kepada Bp. Afiat Anugrahadi selaku dekan FTKE dan secara simbolis penyerahan seragam organisasi SM-IAGI kepada Sekjur Teknik Geologi USAKTI.

Foto pengurus SM-IAGI Usakti yang baru dengan pengurus FGMI dan Ketua Umum IAGI

 

Acara dilanjutkan dengan seminar tentang “Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana Geologi” oleh Bp. Syarif Budhiman selaku Kepala Bidang Penginderaan Jauh LAPAN. Materi seminar diawali dengan perkenalan tentang LAPAN terutama bidang penginderaan jauh, kemudian dijelaskan definisi penginderaan jauh, kegunaan penginderaan jauh dan penggunaan penginderaan jauh untuk mitigasi bencana geologi seperti letusan gunung api, tsunami dan tanah longsor. Diskusi berjalan sangat menarik dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa dan dalam kesempatan ini juga Bp. Syarif memberikan penawaran kepada mahasiswa geologi trisakti untuk berkunjung ke LAPAN maupun jika ingin melakukan kerja praktek dan skripsi di LAPAN.

Foto bersama dengan seluruh peserta seminar “Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana Geologi” oleh Bp. Syarif Budhiman

 

Partisipasi FGMI Dalam Edukasi Konservasi Alam pada Festival Krakatau 2017

Agata Vanessa dan Setyo Wahyu mewakili FGMI dalam tour Krakatau

Festival Krakatau merupakan salah acara tahunan terbesar di Provinsi Lampung yang diselenggarakan sejak tahun 1990 dengan mengangkat nilai budaya dan tradisi lokal Provinsi Lampung. Festival dengan tema “The Glory of The Lampung Crown” ini diikuti oleh perwakilan seluruh Kabupaten dari Provinsi Lampung dengan membawakan seluruh budaya dan tradisi khas dari setiap Kabupaten yang berada di Provinsi Lampung. Dalam acara festival ini, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung turut mengundang Blogger, Media, dan Organisasi sebagai sarana memperkenal keistimewaan Provinsi Lampung kepada masyarakat luas.

Festival Krakatau 2017 dilaksanakan tanggal 25 – 27 Agustus 2017 turut mengundang Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI)  yang diwakili oleh Agatha Vanessa (Ketua FGMI Korwil Bandung) dan Setyo Wahyu Nurdian (Anggota FGMI Korwil Bandung). Acara Festival Krakatau 2017 terbagi atas 2 sesi yaitu Tour Krakatau  yang dilaksanakan pada 25 sampai 26 Agusutus 2017 di Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau serta Pesona Kemilau Sang Bumi Ruwa Jurai pada tanggal 26 sampai 27 Agustus 2017 di Kota Bandar Lampung.  Acara Tour Krakatau dibuka di Dermaga Bom oleh perwakilan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Lampung (BKSDA) dan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung sekaligus melepas sekitar 250 perserta menggunakan kapal penumpang menuju Pulau Sebesi untuk menginap dan mengenal potensi pariwisata di Pulau Sebesi.

FGMI dan komunitas lain yang mengikuti festival Krakatau

26 Agustus 2017 dini hari, seluruh peserta berangkat menuju Gunung Anak Krakatau dalam rangka mengikuti acara edukasi konservasi alam. Di Gunung Anak Krakatau, Saturnino, perwakilan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Lampung (BKSDA) menjelaskan pentingnya konservasi alam di daerah Cagar Alam Krakatau kepada media dan organisasi terkait. Dengan penjelasan itu, diharapkan pihak Media dan Organisasi dapat membagikan informasi agar timbul kesadaran masyarakat akan konservasi alam sehingga masyarakat mengetahui bahwa Cagar Alam Krakatau bukanlah tempat wisata saja melainkan tempat Edukasi Konservasi Alam. Pada 27 Agustus acara selanjutnya diselenggarakan di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.

Perwakilan Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) dan SM-IAGI Universitas Lampung mendapat kesempatan untuk mengisi sebuah booth Geologi yang bertujuan untuk mengenalkan Gunung Krakatau secara geologi kepada masyarakat Provinsi Lampung. Selain dari FGMI dan SM-UNILA, penjagaan dan pengisian di booth juga diisi oleh Geotour Lampung yang juga merupakan mahasiswa UNILA yang diwakili oleh Andi.

Acara ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan menikmati pesona budaya dan keindahan yang tersembunyi di Provinsi Lampung.

Booth IAGI yang dibantu oleh SM-IAGI UNILA dan Geotour Lampung

Bincang Santai FGMI dengan Penggiat Alam Harley Sastha

Tim FGMI dengan Harley Sastha

Latar Belakang Wawancara

Forum Geosaintis Muda Indonesia sejatinya harus bisa dekat dengan masyarakat, harus mulai bisa dikenal dengan baik oleh kalangan masyarakat, komunitas/organisasi lainnya dan pemangku kepentingan di negeri ini. Oleh karena itu mulai tahun 2017 ini tim media yang dibantu tim humas menggalakkan temu tokoh berbagai komunitas maupun pemimpin perusahaan. Salah satu yang dilakukan adalah bertemu dengan penggiat alam bernama Harley Bayu Sastha. Pada tanggal 20 Mei 2017 beberapa pengurus FGMI berkesempatan ngobrol bareng di salahsatu gerai Dunkin Donuts di Bogor, siapa kah dia? Simak wawancaranya berikut ini.

 

Siapa Harley Bayu Sastha?

Nama awalnya Harley, seperti salah satu pabrikan motor gede di dunia ini. Ternyata nama beliau diberikan oleh ayahanda nya karena ayahnya hobi menggunakan Harley Davidson. Pria yang berperawakan tinggi dan kurus ini ternyata berlatar belakang Teknik Sipil di salahsatu perguruan tinggi. Hobi nya dari kecil sudah berwisata alam, baik camping maupun melakukan pendakian. Pria kelahiran Bogor ini adalah penulis buku Mountain climbing for everybody dan Menuju Puncak Gunung Tambora. Serta penulis di Mountain Magazine. Aktivitas kesehariannya adalah menjadi penggiat alam bebass, menjadi narasumber di berbagai acara. Hal yang selalu dikampanyekan beliau adalah “Sadar Kawasan” dan saat ini menjadi salahsatu panitia Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati tanggal 10 Agustus 2017.

 

Sejak kapan suka dengan kegiatan alam bebas?

Dari kelas satu SMP sudah sering jalan-jalan setiap libur sekolah, ke Jogja, Bandung dll. Sejak masuk SMA mulai menyenangi kegiatan camping bersama teman-temannya.

 

Mengapa selalu mengkampanyekan pentingnya mengetahui status kawasan sebagai tempat kegiatan wisata alam?

Wisata alam saat ini bukan hanya menjadi hobi, tapi juga sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang tetapi sebagian besar hanya ingin bermain dan bersantai, tidak ingin tau bagaimana tempat wisata tersebut baik sejarahnya maupun kondisinya apakah itu termasuk taman wisata alam ataupun kawasan taman nasional atau status lainnya seperti taman hutan raya, cagar alam atau suaka margasatwa. Karena masing-masing punya aturan dan tatacara yang berbeda sesuai dengan fungsi dan tujuan kegiatan.

Ketika melakukan kegiatan di dalam kawasan konservasi pun sudah ada jalur-jalur resmi yang telah ditetapkan oleh pengelola. Nah, cukup gunakanlah jalur-jalur resmi tersebut. Jangan gunakan jakur lain diluar jalur resmj yang telah ditetapkan. Stop! jalur ilegal.

Yang juga harus diingat: baca, lihat dan pahami do and don’t atau apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika melakukan aktifitas di dalam kawasan.

 

Kontribusi apa yang telah dilakukan?

Perjalanan nya ke Gunung Tambora, yang mempunyai sejarah letusan luar biasa membuat kang sastha tersadar bahwa Gunung ini harus dilestarikan dan diangkat menjadi kawasan taman nasional. Seharusnya anak-anak muda geosaintis menyadari hal ini dari dulu, tapi nampaknya peran anak muda geosain kurang dalam hal ini. Kang sastha beserta teman-temannya mulai menulis tentang Gunung Tambora, buku ini tidak dijual namun tersimpan sebagai arsip di kementrian kehutanan Indonesia. Untuk menjadikan kawasan Gunung Tambora menjadi Taman Nasional, dibentuklah beberapa team yang berisi ahli vulkanologi dari LIPI, ahli geologi, biologi dan social. Kang sastha sendiri masuk dalam salahsatu tim tersebut.

 

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah di tempat wisata khususnya gunung?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah “riset”, riset kecil mengenai lokasi tujuan wisata kita, bagaimana kondisi disana, apakah ada warung, apakah ada mata air, berapa lama akan menjelajahi kawasan tersebut, apakah akan camping dll. Hal-hal kecil tersebut akan sangat berdampak pada bahan makanan yang akan dibawa, jumlah minum yang harus dipersiapkan dan jika dilokasi tersebut ada mata air maka kita bisa hanya membawa tumblr untuk mengurangi sampah plastik. Tidak dipungkiri bahwa gunung dan kawasan wisata lainnya penuh dengan sampah saat ini, para relawan berbagai komunitas sering melakukan pembersihan dalam waktu-waktu tertentu. Untuk itu kita harus menjadi traveler yang smart, mencintai alam karna alam yang membutuhkan kita bukan kita yang membutuhkan alam.

 

Apa harapannya untuk masyarakat dalam hal wisata?

Harapannya masyarakat tidak hanya menjadikan alam sebagai objek. Jadikanlah alam sebagi parnert.  Alam sangat penting untuk terus dijaga kelestariannya. Jelajai alam dengan bijak dan cerdas. Lihat, dengar dan rasakan. Niscaya akan kalian dapatkan bagaimana alam punya banyak cerita. Karena manusia membutuhkan alam, bukan alam yang membutuhkan manusia. Satu hal lagi yang paling penting, ketika wisatawan membeli souvenir dari suatu tempat wisata hendaknya jangan membeli souvenir yang merupakan hasil secara langsung maupun tak langsung dari flora/fauna yang dilindungi.

  • Jaringan

  • Follow Us On Instagram

  • Crown palace Blok C No. 28
    Jl. Prof. Dr. Supomo SH. No 231
    Tebet, Jakarta 12870

    Telp:(021) 83702848 - 83789431
    Fax: (021)83702848
    Email: sekretariat@fgmi.iagi.or.id