FGMI Goes to campus: Yogyakarta

Yogyakarta, FGMI Online – Sabtu, 11 April 2015, hari terakhir perjalanan saya di Jogja  kali ini ditutup dengan kegiatan short course. Di acara tersebut saya berbagi ilmu dengan lebih kurang 60 mahasiswa  geologi IST-Akprind, UGM, UPN Veteran, dan STTNAS. Ketika sedang berada di luar kota, biasanya saya memang menyempatkan waktu untuk mengajar ke kampus-kampus, membagikan sedikit ilmu yang saya punya dan berharap bisa bermanfaat bagi adik-adik mahasiswa.

Tema yang diambil pada waktu itu adalah unconventional reservoir, lebih spesifiknya lagi yaitu membahas tentang fractured basement reservoir. Saya pikir tema ini belum begitu banyak diangkat, dan harapannya materi yang saya sampaikan dapat memperkaya pengetahuan mereka tentang play concept baru dalam mencari hidrokarbon.

Saya mengawali kuliah dengan melemparkan sebuah pertanyaan “where oil is firstly found?”, semua peserta saling lirik kanan-kiri, samar-samar saya mendengar ada yang menjawab di Timur Tengah, Amerika, Indonesia, dll. “Oke kalau tidak ada yang tahu, saya kasih tahu jawabannyaoil is firstly found in the head of geologist. Itu adalah jawaban dari seorang petroleum geologist terkenal yaitu Wallace Pratt yang pada tahun 1952 menuliskan bahwa minyak pertama ditemukan di kepala seorang geologist lewat ide dan konsep, baru kemudian dibuktikan dengan pemboran ke dalam perut bumi.

Cerita dilanjutkan dengan membahas kondisi minyak bumi di Indonesia. Indonesia hanya tinggal memiliki cadangan terbukti minyak bumi sebesar 3 miliyar barrel, dengan laju produksi +/- 800ribu barel minyak per hari, maka kurang dari 10 tahun tidak akan ada lagi minyak yang bisa diproduksi. Ini adalah alasan utama mengapa kita harus terus melakukan kegiatan eksplorasi, karena setiap 1 barrel minyak yang diambil, harus digantikan dengan 1 barrel temuan minyak yang baru.

Akan tetapi, pencarian minyak semakin sulit, dan belum ada lagi temuan cadangan minyak bumi sebesar lapangan Minas dan Duri. Apakah ini berarti minyak bumi Indonesia sudah habis? Several time in the past, we thought we were running out of oil, whereas we were only running out of ideas. Sebenarnya bukan minyak-nya yang habis, akan tetapi kita saja yang kehabisan ide untuk mencari minyak. Hal pertama yang harus dilakukan dalam menemukan minyak adalah mencarinya di dalam otak geologist, yaitu ide dan konsep baru!

Oil is found in new areas using old ideas, but oil is also found in old areas using new ideas. Untuk lapangan-lapangan yang sudah tua, jangan buru-buru ditinggalkan, coba gali kembali ide gila-nya, cari lagi dimana minyak-minyak itu bersembunyi, jangan lupa bahwa minyak tersimpan di dalam batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas, artinya batuan apapun jika memiliki kemampuan tersebut berarti bisa menyimpan dan mengalirkan minyak bumi, termasuk batuan dasar (basement!).

Tidak terasa, 3 jam telah berlalu, kuliah fractured basement reservoir-pun akhirnya harus ditutup. Setelah istirahat sholat dan makan siang, diadakanlah acara sharing session dengan aktivis-aktivis kampus yang merupakan pengurus harian organisasi SM IAGI dari IST-Akprind, UGM, UPN, STTNAS, dan UNDIP. Disitu kami berdiskusi banyak tentang rencana pengembangan organisasi SM IAGI, hingga akhirnya waktu pulalah yang mengakhiri diskusi seru tersebut. Pukul 16.20 WIB, saya kembali pulang ke Ibu kota.

FGMI Goes to Campus - Apr'15

 

Redaksi FGMI

Leave a comment

  • Jaringan

  • Crown palace Blok C No. 28
    Jl. Prof. Dr. Supomo SH. No 231
    Tebet, Jakarta 12870

    Telp:(021) 83702848 - 83789431
    Fax: (021)83702848
    Email: sekretariat@fgmi.iagi.or.id